Selasa, 28 Desember 2010

Tiada yang tahu apa yang terjadi nanti.

Ketika kehidupan terlihat indah dengan kasih sayang nya
Nyata cobaan datang mencoba menguliti tawa bahagia
Terasa pedih saat tertekan tiada penolong sejati


Benarkah yang terjadi tanpa butir-butir kasih sayang yang selalu ada menemani
Baru ku tahu kejamnya dunia!!!


Hidup terus berjalan tanpa henti dengan waktu yang terus melangkah tanpa lelah
Tak ku sangka, teman tinggal teman,
Sahabat tinggal sahabat
Ucapan tinggal kenangan


Penghianatan yang terus berlalu tanpa henti
Manusia berjiwa bunglon meramaikan suasana

Dipermalukan dan disakiti tiada kunjung reda hingga sakit
Sembilu luka lara tangis darah dalam hati
Tak adakah wajah tulus sejati?


Kian lama aku tersiksa tiada henti, batin membisu menahan dera dan caci
Membungkam beribu pembelaan sangat kejam engah nafas takut dan pahit mengoyak
Ku tahu bukan saat nya untuk terus bertahan untuk teman yang tak layak di nanti


Kini  ku bangkit
Ku tahu hidup bukan untuk selalu mengalah untuk orang yang tak mau sadar
Hidup bukan pula untuk tetap bergabung dengan penghianat perobek hati penyebar siksa batin membisu
Biarlah aku tinggal dengan kehidupan baru
Bukan mengalah tapi bosan begini


Aku tak tahu
Siapa musuh dalam selimut,
Siapa yang pura-pura jadi teman,
Siapa yang mencari keuntungan dari kehancuranku.
Untuk apa melukai tiada henti,
Mengapa melukaiku terus menerus?,
Apa untungnya membenci dan mencoba menghancurkanku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar