Kamis, 02 Desember 2010

bertahan dalam cinta yang membuatku kelepekan

Dalam gemerlap malam dalam kabut asmara membuka ruang kosong hati yang pernah kalut, menjaga untuk setia meski pernah disakiti. Kenali dia dalam nyata pengorbanannya yang tulus tanpa batas ruang dan waktu, cinta yang dulu pernah meragukan, kini sanggup menyadarkan pribadi bahwa kesungguhan bukan sekedar ucap. Tapi bukti itu tak kan pernah mendustai hati.

Malam itu hanya duduk termenung meratapi pedih yang bukan hanya sekali, tapi keyakinan dalam hati ini telah membuktikan bahwa kepedihan  yang selama ini, air mata yang selama ini telah menguras patah hati, kini telah tersenyum dengan cinta dan kasih sayang dalam ketulusan bukan sekedar ucap. " Na, lu lagi ngapain? malem-malem gini masih bengong!!!bukannya tidur lu....!", Asni teman satu kosan menyapaku dengan nada bersahabat. " Ah...., cuma lagi merenung aja...., kenapa ya putus lagi...putus lagi!kesel, sebenernya kapan sich,,,,arjuna ku yang bener-bener sayang ma aku mau dateng?...huft!". Ujarku pilu. "Ah lu Na..., kenapa sedih gitu? kan ada Ono dan Soni....., jangan gitu doung....!ayo doung semangat....!!!!", Asni menyemangatiku."Huft..., Ni..., aku ga pernah cinta ma Soni!!sedangkan Ono, dia begitu dingin padaku!!, aku cinta sama dia. Tapi seola dia ga butuh cinta!. Sakit hati aku di buatnya...." Jujurku.

Pagi tiba menyambut kesegaran dunia dengan terang benderangnya. Aku terbangun karena SMS dari Soni yang tengah jadi pacarku setelah aku putus dengan mantanku. Tapi dia tiada beda dengan mantanku yang tengah lalu. Ku fikir dia mau berubah, tapi sama  saja. Dia perhatian dan banyak janji-janji tapi hanya kata-kata dalam SMS, telepon dan kata-kata dari mulutnya saja. Sedangkan hatiku yang membuatku tak mengerti, sekian kali wajah muram dari Ono yang membuatku sakit hati, tetap saja dia begitu membuatku terpesona dan terbuay dalam segala tingkahnya.Aku membalas SMS dari Soni. Tapi entah mengapa aku tetap saja mengirim SMS kepada Ono meski tak pernah mendapat respon.  

Aku berangkat ke kampus seperti biasanya. Aku melihat Ono dengan sejuta pesonanya yang sungguh luar biasa membuatku tak berdaya. Dia berjalan di hadapanku, "Ono...., pa kabar? kau tampak segar pagi ini...!". Sapaku padanya. " Bukan urusanmu!". Jawabnya dengan nada santai. Aku hanya diam dan terasa terpukul pilu batin ini dibuat olehnya. "Na..., kita jalan-jalan yuk?", tiba-tiba Soni datang menghampiriku dengan senyumannya. "Sunggguh? kamu ga kan boong lagi kan ma aku?", sambutku pada ajakannya. "Aku serius..., selama ini aku telah keliru padamu, aku banyak diam dan tak pernah punya waktu bersamamu.Pulang kuliah nanti, aku jemput kamu di db2. I love honey....mmmmmuach...". Dia mengecup keningku. "Iya sayang. Ku tunggu" Jawabku.

Sore itu aku menunggunya. Tapi dia SMS lagi, bahwa dia ada kesibukan. Saat itu aku melihat Ono mengendarai motornya seorang diri. tiba-tiba dia berhenti di hadapanku, "Mau ikut?", dengan nada santai dan cuekdia mengajakku..., "Antar aku pulangkah?", tanyaku. "Iya". Jawabnya santai.Saat brduaan dengannya, hatiku merasa bahagia meskipun dia ketus, tapi aku tahu dia adalah orang yang baik hati.

Sesampainya dikosanku, dia memberiku satu senyuman. Sungguh luar biasa membuatku tak berdaya, inginku pingsan di hadapannya.

Dua bulan berlalu. Tak ada kabar dari Soni. Tapi aku tak merasakan kehilangan karena memang tak ada yang perlu di perbaiki dalam hubungan aku dengannya. Akhir-akhir ini aku juga lama tak pernah melihat Ono. Senyuman yang indah itu tak mampu aku lupakan . Aku hanya bisa melamun dalam sunyinya hari. Betapa hati ini sangat rindu. Jika aku mengingatnya, ingin ku bertemu dengannya. " Hei.., ngapain lu senyum-senyum sendiri...", tanya Asni kepadaku."Ono kemana ya?" Sahutku."Oh Ono lagi Ono lagi....huft dasar." Ujar Asni sambil pergi kedapur.

Siang itu aku sedang berjalan. Tiba-tiba ku lihat tabrakan motor dihadapanku. Ternyata Ono..., Dalam keadaan terluka ku dampingi dia di rumah sakit. Hingga dia sadar. Setelah dia sadar. Dia bercerita padaku tentang kisah cintanya yang pedas yang membuatnya cuek terhadap wanita. Hari-hariku menemaninya di rumah sakit hingga dia sembuh.

Saat ikut mengantarnya pulang bersama keluarganya, ku lihat Soni berpelukan di taman dekat rumah Ono dengan wanita lain. tapi aku tenang-tenang saja, inilah alasanku untuk memutuskan cintanya.

Hari kedua setelah Ono pulang dari rumah sakit. Tiba-tiba terdengar suara motor, ternyata Ono menjemputku pergi ke kampus bersamanya. Tiba di kampus dia "MENYATAKAN CINTA PADAKU", aku terkejut dan spontan menerima cintanya. Diapun langsung mengecup keningku. Aku terbuay di buatnya.

Hingga malam pun tiba aku berada dikosan. Tiba-tiba Soni datang, dia mengakui perselingkuhannya, berjanji setia dan mau berubah untukku. Tanpa mendengarkan kata-katanya, aku memutuskannya. Tiba-tiba datang Ono, aku perkenalkan dia  bahwa aku telah bersama Ono. Dia pun pulang dengan patah hati. Akhirnya kini aku bahagia dengan Ono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar